“Ini telepon abang, kamu pegang aja ya, nanti kalau ada apa – apa langsung telepon ayah kamu dari situ,” Ucok memberi kan telepon genggam milik nya lalu mengecek apakah AC mobil sudah menyala dan semua jendela sudah tidak terlalu tertutup agar masih ada ventilasi untuk pergantian udara. “Iya bang, Aisyah aman kok,” balas Aisyah sambil tersenyum tipis. Ucok pun mengangguk lalu jalan ber – iringan dengan Saleh menuju rumah Soraya. Baru saja menginjak kan rumput di taman depan rumah Soraya, kedua laki – laki itu dapat mendengar suara isakan tangis yang berasal dari dalam rumah. Lantas Ucok pun bergegas masuk dan mendapati Soraya sedang duduk di samping jasad ibu nya. Perempuan itu sangat terlarut dalam kesedihan nya hingga tidak menyadari keberadaan Ucok dan Saleh di belakang. “Ibu kok

