“Sudah, kan?” Tanya In-Hyuk memastikan pada Ryn yang baru saja kembali dari toilet. “Tunggu!” Sergah gadis itu menahan pergerakan In-Hyuk yang semula bersiap untuk berdiri dari bangku “Aku mau sholat dulu. Kau tau sholat, kan?”. Tak banyak ekspresi yang dibuat oleh pria tampan pemilik bintik macan di bawah mata itu hanya sedikit menyipit seraya mendongak, menatap gadis mungil yang sedang berdiri di hadapan. “Tiba-tiba? Sekarang?” In-Hyuk penasaran dengan mode dinginnya “Apa tak bisa nanti?”. Ryn mengangguk. Tanpa basa-basi segera mengeluarkan sajadah dan mukena travel yang selalu bersemedi di dalam tas. Sementara In-Hyuk duduk di atas bangku sambil menerka. Setelah mengenakan mukena, ia menatap pria itu “Iya, harus sekarang. Supaya kegiatan selanjutnya bisa lebih santai”. “Jadi, kau

