“Uhmm.. uhmm” In-Hyuk nampak membuat nada-nada lagu sembari menghitung ketukan dengan jemari dan sesekali membuat musik bersama kibornya yang terletak di kamarnya. Mencatat sesuatu, kemudian kembali memejam, menghayati dan meresapi nada-nada yang sudah ditemukan. Dalam otak, ada banyak keindahan yang sayang sekali bila tak dituangkan dalam sebuah melodi. Tanpa dirinya sadari, dari balik dinding ada Ryn yang mulanya sedang mengedit video blog, kini justru turut mendengarkan keindahan alunan musik itu. Meski lagu yang dibawanya belum sempurna, ada ketenangan yang Ryn rasakan. Ketenangan berbalut syukur luar biasa saat bisa melihat In-Hyuk bisa melewati masa tergilanya dengan baik. Gadis itu berharap agar In-Hyuk bisa bertahan dan tak terpikirkan lagi untuk melakukan hal konyol. Uhuk.. uh

