“Ey! Kebiasaan, Si Lily!” Protes Ryn saat mlihat sahabatnya itu kembali menerjang ranjang empuk setelah tadarus subuh. Pun masih lengkap dengan mukenahnya. “Ngantuk” Ucap Lily menutup wajahnya dengan bantal. Ryn hanya bisa menggeleng kepala. Ia tak mau menggurui, hanya mendoakan yang terbaik demi kebaikan sahabatnya itu. Lantas kembali melanjutkan aktifitas membaca Al-Qur’an. Drrt.. drtt. Tiba-tiba ponsel di atas ranjang yang berada tepat disamping Lily berbunyi. Dengan malas dan hanya menggunakan sisa tenaganya, Lily meraba-raba sekitar untuk dan pada akhirnya mendapatkan ponsel buatan Amerika miliknya itu. “Hah?!” Matanya yang sayu dan tak b*******h itu mendadak terbuka lebar. Ia terbangun dari tidurnya saat mel

