19

1278 Words

Paginya Zanna ingin sekali bergelut dalam hangatnya selimut sedikit lebih lama, andan saja Riska tidak terus mengganggunya dengan teriakan -teriakan yang memekikkan telinga dari kamar mandi, membuat Zanna merenggut, menggaruk kepala dan berdecit, kesal. “Riskaaaa, kalau sadar suara jelek jangan teriak-teriak, telinga aku jadi sakiii!” Zanna berteriak pun percuma, karena Riska tidak akan mendengar apa yang terjadi di kamar Zanna. Dengan malas Zanna keluar, menggosok mata dan menguap lebar. Dia berjalan ke arah dapur untuk segera mengambil air karena haus ataupun karena sudah kebiasaan bangun tidur harus minum air putih satu gelas. Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan Riska yang masih mengeluarkan suara emasnya yang memekikkan telinga, sampai rasanya berdengung kuat. “Berisik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD