Anna menyambut dengan hangat kedatangan anak dan menantunya, Ia menggiring Difa dan Arga masuk kedalam menuju keruang makan karena saat ini adalah waktunya makan malam. "Sayang gimana? mama bakal segera dikasih cucu kan?" "Pasti, Ma," sahut Arga mantap yang membuat Difa tertunduk malu. "Wah wah sepertinya Arga juga ingin segera punya Arga junior ya." "Iya dong ma... biar rame rumah kami." "Ma ini oleh-oleh buat mama." "terima kasih sayang." "Ayo makan malam bersama?" "Iya Ma, terima kasih." Renata sangat sensitif hari ini emosinya benar benar tidak bisa ia kendalikan lagi. Ia merasa ingin marah, menangis dan juga tertawa tanpa sebab yang jelas seluruh tubuhnya juga terasa pegal pegal. Ia memutuskan untuk tidur tiduran dikamar daripada ada korban ke gajeannya. "Bun... bunda..."

