“Kakek makannya yang banyak ya,” ucap Ara memberikan paha ayam goreng ke piring sang kakek. Yang mana membuat Tom tertawa; memperlihatkan kerutan di wajahnya dengan sangat jelas. Makannya saja tidak focus, selalu saja bertanya dan menjahili bocah berusia lima tahun itu. Seolah kini dunia berpusat pada sosok itu, yang membuat Tom tidak bisa memalingkan wajah. “Ara udah kenyang.” “Mau makan buah?” tanya Radit. “Mau, tapi mau sambil nonton Tv.” “Boleh, cuci tangannya dulu.” Ara menatap Papanya dengan mata yang bulat. “Ara gak papa ninggalin meja makan duluan?” “Ih ya Tuhan, bagus baik banget kamu, Nak,” ucap Tom merasa bangga dengan attitude sang cucu. “Gak papa, Sayang. ayo Papa anterin cuci tangan sama bawain camilannya.” Radit menolong Ara untuk turun dari kursi, membantunya mencuc

