Untuk kesekian kalinya panggilan yang dia tujukan pada Adam tak juga diangkat. Padahal melakukan ini bukanlah perkara yang mudah bagi Angelica. Dia harus mengumpulkan keberanian bahkan mengeyampingkan ego. Meskipun pria itu telah menghancurkan hatinya berkeping-keping, tapi melihat Adam sakit adalah hal terakhir yang dia inginkan. Dihelanya napas panjang sebelum akhirnya menaruh kembali ponsel di nakas. Air mata tanpa sadar merembes. Angelica menyerah. Adam menghindarinya beberapa hari terakhir. Jadi, apabila Armour bertindak di luar batas, maka itu adalah risiko pria itu. Ini sudah lebih dari dua hari pasca kepulangannya dari New York. Dua hari pula Angelica selayaknya zombi, hanya ada raga yang bergerak, tapi jiwanya hilang entah ke mana. Semua disebabkan oleh satu orang, Adam. Jika me

