Tatapan Adam tertuju pada satu sosok indah di hadapannya. Tidak ada berubah, nyaris sama seperti dalam mimpi erotisnya setiap malam. Hanya satu yang menarik perhatian dia, Angelica lebih berisi. Dua d**a indah itu membusung dengan kurang ajar. Seolah mengejek Adam agar meremasnya. Andai tidak ada penonton di sini, maka dia akan senang hati melakukannya. Pakaian kerja dua setel itu juga tampak sempurna di badan Angelica. Adam menyukai betapa ketatnya kemeja merah serta rok selutut hitam tersebut. Mempertontokan lekuk tubuh seksi Angelica. Andai saja dia bisa merobek benda itu saat ini juga, pemandangan Angelica tanpa busana jauh lebih dia inginkan saat ini. “Ah!” sebuah tepukan tangan dari Armour menghentikan fantasi liarnya terhadap Angelica. Buru-buru dia melepaskan jabat tangan merek

