[10] Jalan dengan yang Lain

1080 Words

“Kenapa wajahmu ditekuk begitu, Alana? Apa ada masalah?” Alana yang baru saja sampai ruangannya pun membuang napas kasar. Dia duduk, bersandar dengan punggung kursi dan menyilangkan sebelah kaki. Wajahnya benar-benar tidak bersahabat sama sekali. Sedangkan Gloria yang tidak juga mendapat jawaban mulai bangkit. Kakinya melangkah pelan, mendekat ke arah Alana berada. Manik matanya masih terus menatap lekat, tidak berpaling sama sekali. Dia paling tahu seperti apa sahabatnya. Jadi, dia yakin ada hal yang terjadi kali ini. “Ceritakan denganku. Apa yang sudah terjadi?” tanya Gloria. “Aku baru saja ke kantor Noah,” jawab Alana tanpa mengalihkan pandangan. “Apa? Untuk apa?” tanya Gloria yang mulai terkejut. “Papa mertuaku yang menyuruh. Beliau bilang mau membicarakan mengenai kerjasama. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD