“ Kamu sudah sarapan ?” tanya nenek. “ Sudah tadi sebelum berangkat.” “ Masih utuh nih segelnya ?” “ Nenek apaan sih ….” sergah Naya malu. “ Sudah sejauh apa ?” Naya mengerucutkan bibirnya. Nenek tersenyum, “ Kamu dan Narend sama sama culun.” “ Culun apanya ? Kakak udah pinter cium cium dan pegang pegang terus.” gerutu Naya. “ Di dunia kalian itu sudah biasa kan ? Teman temanmu dan tontonan anak sekarang mengumbar itu.” Naya terpaksa mengiyakan ,” Aku yang aneh ya, nek ?” Nenek menggeleng ,” Pernikahan cepat kalian memotong proses pacaran. Kalian bisa lakukan itu perlahan.” dihelanya nafas ,” Nay kamu pasti paham apa yang terjadi pada Narend beberapa tahun lalu.” “ Kakak pernah cerita,” Naya menarik nafas panjang ,” Kak Narend pernah menerima seseorang yang mengejarny

