88. Menerima apa adanya

1486 Words

Tak Tak Tak Astri berlari-lari panik ketika memasuki rumah sakit itu. Ia baru saja mendapat kabar buruk mengenai sang keponakan perempuannya. Astri terpaksa harus pulang cepat dari acara yang dihadiri oleh ibu-ibu persit dengan pangkat suami mereka yang juga merupakan perwira-perwira tinggi. Ceklek. "Momok!" Astri terlihat ngos-ngosan ketika berhasil membuka pintu rawat itu. Kabar buruknya, Moti histeris dan mencoba memukul kaki dan badannya. Tak Tak Tak Hap Astri memeluk sang keponakannya yang telah diberi obat penenang oleh Febrian. "Apa yang terjadi?! Kenapa-oh! Astaga! Kenapa tubuh keponakanku lebam begini!" Astri berteriak syok ketika melihat lengan Moti lebam. Sret Astri membuka selimut yang dikenakan Moti, seketika matanya membulat. "Apa-apaan ini!?" ♡♡♡ "Ssshh...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD