22. MAKAN SIANG

1377 Words

  Handphone-ku berdering dari balik saku celana, tepat saat peserta rapat dibubarkan. Aku rogoh keluar benda persegi tipis itu, guna mengangkat panggilan yang barangkali penting. The hippo? "Halo," sapaku setelah menggeser ikon hijau. "Dengar kata baru Fatih." Suara mamanya Fatih terdengar diburu. Aku diam saja mendengarkan saksama. "Fatih, mangganya enak?" "Enak, Mama." Itu benar suara Fatih. Rusa kecilku bisa berbicara dalam lafal sempurna. Ini nyata, kan? Tadi pagi dia masih enggan aku ajak bicara, dan semalam kami baru saja pulang dari dokter. Apa benar perkataan the hippo, bahwa Fatih sakit karena mau pintar? Silly me, tidak mungkin ada teori ilmiah dari ucapan the hippo. Dia hanya termakan takhayul orang-orang tua. "Dengar?" Dia bertanya penuh semangat, tanpa melihat ekspresi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD