Pekerjaan yang tersisa siang ini sedikit. Aku bisa tenang meninggalkan kantor untuk bertemu the hippo dan Fatih. Mereka mau menceritakan bagaimana sekolah yang tadi sudah mereka datangi. Aku pun penasaran bagaimana bentuk dan metode yang sekolah itu gunakan. Demi Fatih, sekolah yang mahal bukan masalah. Asal dia cocok bersekolah di situ. Semoga rezekiku selalu lapang dan banyak untuk membiayai kebutuhan anakku. "Gege!" Jariku batal memencet tombol lift. Mami berlari kecil mendekatiku. Tidak biasanya Mami mau bertandang ke kantor ini. "Mami tumben datang ke sini?" tanyaku setelah mencium punggung tangannya. "Gege ih, begitu banget. Mami sengaja mampir mau ketemu Om Syahril, habis itu mau ketemu kamu. Eh, kebetulan lihat kamu di sini. Ya udah Mami panggil. Nggak hepi ketemu Mami? Nggak k

