Masih dengan wajah yang menangis, Monica menghapus ingus serta kelopak matanya dengan tangan. Hanya ada keringat yang mengalir di tubuhnya, emosinya terkuras. Jam masih menunjukan masih jam 3 sore, masih jauh dari jam pulang para pegawai. Monica duduk di kursi para pegawai staff café. Hanya duduk dengan menahan sesak atas apa yang Nara lontarkan, wanita yang sudah merebut kekasihnya Prass Devano dari pelukannya. Monica menyeka berkali-kali air matanya yang terjatuh. Masih mengingat Prass Devano, Monica hanya pasrah. Monica menarik napas pelan, hanya ada napasnya yang kembang kempis dengan tangisnya yang meluap. Sesak yang Monica rasakan tidak membayar atas apa yang sudah menyakiti hatinya. Monica seorang wanita yang rusak, baik lahir maupun batin. Monica membuka lemari brankas untuk

