Entah ini sudah kota ke berapa yang mereka singgahi, Dean tidak dapat menghitungnya. Mereka sudah terlalu sering berpindah-pindah, sampai-sampai ia tidak mengingat. Ia juga hampir melupakan nama hari kalau saja Alex tidak selalu mengingatkannya tentang nama-nama hari itu. Bocah itu selalu mengingatkan dengan menyebut ataupun bersenandung mengenai hal itu. Beruntung Alex tak pernah cerewet, di mana pun mereka singgah, di mana pun mereka menginap, Alex tak pernah memprotes. Kali ini mereka menyinggahi sebuah kota kecil yang hijau setelah dua hari dua malam di perjalanan. Dean berharap kota ini adalah persinggahan mereka. Ia yakin sudah cukup jauh meninggalkan New York dan kota-kota besar lainnya, Jonathan dan Dragon juga kesulitan melacaknya. Dari komunikasi terakhirnya dengan Dennis beber

