Masa Lalu

2411 Words

Fathan masih sedikit terisak di sisi Meysha. Hanya dia seorang di sana sekarang, Mama dan Friska sudah keluar tatkala tidak sanggup melihat kekalutan seorang Fathan Murat. Biarlah! biarlah mereka memberi ruang dan waktu untuk Fathan melayani rasa iba di hati. Perlahan Fathan mengangkat kepalanya. Wajah bersih dan pucat istrinya di lihat sayu. “Sayang, berapa lama lagi sayang mau tidur? Kenapa tidak bangun-bangun? sayang rindu abang kan? Nah abang sudah pulang? Sayang kuatkan kan? jangan lemah seperti abang.” tuturnya sembari memaksa senyum. Dia bangkit, pipi sang istri di usap, lalu keningnya di kecup, “Abang keluar dulu sebentar. Nanti abang kembali nemanin sayang.” bisik Fathan. Setelahnya dia berdiri tegab. Dasinya sedikit dirapikan, lalu dia melangkah keluar dengan langkah tegas dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD