Mobil diberhentikan di tepi jalan. Fathan bergegas keluar dan menghampiri Mamanya yang kala itu tampak sedang menangis dan ditenangkan oleh Karin. “Ma,” “Fathan.” Ami bangkit dari duduknya. “Bagaimana ceritanya Esha bisa hilang, Ma?” tanya Fathan langsung. Perasaannya yang campur aduk tidak bisa di sembunyikan dari ekspresi wajahnya. “Tadi tidak tahu kenapa Esha tiba-tiba menangis di kursi belakang. Karena khawatir Mama menghentikan mobil di tepi jalan. Mama ikut ke belakang untuk menenangkannya, tapi lama-kelamaan Esha malah semakin kuat menangis dan mengamuk. Dia mendorong tubuh Mama, lalu keluar dari mobil. Dia kabur. Mama sudah berusaha mengejarnya, tapi Mama kalah cepat Fathan. Dia begitu cepat menghilang, lihat Mama sampai jatuh dan berdarah.” Jelas Ami sambil memperlihatkan tan

