Mengikis Jarak - Mahesa Ayrani

1257 Words

Kayshilla berdiri dengan kedua tangan menungku pada pembatas balkon. Netranya memandangi langit malam yang cerah dengan banyak bulan dan bintang di sana. "Cantik, ya." Kayshilla tertegun saat tiba-tiba Aaraf berdiri di sampingnya. Beberapa saat lalu pria itu mengantarkan piring sisa makan malam ke luar, tetapi kenapa sudah kembali? "Tadi aku taruh depan kamar terus telepon pegawainya. Jadi aku nggak perlu turun biar kamu nggak nunggu kelamaan," jawab Aaraf seolah tahu isi hati istrinya. Sedangkan Kayshilla hanya mengangguk, tanpa Aaraf tahu di hatinya tumbuh banyak bunga bermekaran. Inti tubuhnya menghangat menyadari Aaraf yang begitu peka. "Kamu suka?" "Suka banget, Mas." "Syukurlah kalau begitu. Aku senang kalau kamu suka." "Kamu menyiapkan ini sendirian, Mas?" Aaraf mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD