Natasya melangkah perlahan menggunakan bantuan tongkat. Itu adalah pilihannya ketika dokter sudah memperbolehkan Natasya kembali ke rumah siang ini. Tongkat lebih baik dari pada ke mana-mana menggunakan kursi roda, Natasya seperti orang lumpuh saja. Amit-amit! Oh iya, tadi sebelum benar-benar pulang ke rumah, tadi Natasya menjenguk Xavier. Hanya sebentar, Kenan tak mengizinkan terlalu lama. Katanya Natasya juga perlu istirahat, sementara kondisi ayahnya akan segera membaik. Kenan mengatakan banyak kalimat untuk menenangkan dan meyakinkan Natasya tentang kesembuhan Xavier. Wanita itu sedikit lebih tenang. "Lala, rambutan aku kemarin kamu taruh di mana? Minta tolong ambilin dong, Lala, aku pengin nih!" pinta Natasya langsung menuju dapur mencari Lala. Dia masih saja mengingat rambutannya.

