Kenan mencubit gemas ujung hidung Natasya yang masih tertidur pulas dalam dekapannya. Betapa senangnya Kenan melihat wanita itu menjadikan lengan dan dadanya sebagai bantalan empuk untuk menuju mimpi yang indah semalaman penuh. Sebelumnya Natasya tidak pernah mau melakukannya, dia tetap bersombong diri setelah bercinta pasti tidurnya membelakangi Kenan. Tak segan memukul jika Kenan berani memeluknya dari belakang, memang songong sekali wanita itu. Meski dicubit dan dielus pipinya, Natasya tak juga berniat bangun. Dia bahkan tak menghiraukan gerakan yang Kenan lakukan sedari tadi. Tangan Natasya sebelah kiri berada di leher Kenan, sesekali nanti turun ke d**a jika dia melalukan pergerakan untuk mencari posisi nyamannya. Kenan tidur tidak menggunakan baju, hanya celana kain setengah paha.

