Pactum | 25

1010 Words

Kenan berdiri di samping Natasya, keduanya sama-sama menggosok gigi. Sesekali Natasya melirik ke arah Kenan, pria itu memang begitu datar. Bahkan selama menikah, Natasya tidak pernah melihat Kenan menampakkan wajah manisnya dengan tatapan lemah lembut. Yang ada hanyalah rahang mengeras, gigi berbunyi, atau tatapan setajam belati. "Kamu mengagumi saya?" tanya Kenan setelah berkumur, sebelum lanjut membersihkan wajahnya. Natasya melotot, dia menatap Kenan melalui cermin besar di hadapannya. "Kamu bercanda? Cih, untuk apa aku mengagumi pria sepertimu? Tidak ada manis-manisnya sama sekali!" "Biasanya pria datar seperti saya membuat banyak wanita penasaran." Kenan mengangkat bahu, dia mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil. "Aku salah seorang wanita yang tidak termasuk di antaranya. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD