Pactum | 50

1553 Words

"Ken ... a-aku melihat Ken datang," gumam Natasya setengah sadar. Matanya belum terbuka, tetapi mulut yang pucat itu sudah mengeluarkan suara serak mencari Kenan. Ini sudah pagi, wanita itu baru saja berniat membuka kedua kelopak matanya. Berhasil membuat semua orang mencemaskan keadaannya, sampai tak bisa tidur walau sebentar saja. "Ken ...," ulangnya sekali lagi. Lala yang berada di samping tempat tidur Natasya pun melebarkan matanya mendengar Natasya bersuara. Kemudian senyum menghiasi wajah, betapa senangnya melihat Nonanya telah sadarkan diri. Lala menatap ke arah Kenan yang berada di seberang sana, duduk tegap di sebuah sofa dengan satu kaki terlipat ke atas paha sebelahnya. "Tuan Ken, Nona Tasya sudah sadarkan diri. Dia memanggil-manggil Tuan." Kenan hanya mengangguk kecil. Dia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD