Pactum | 44

1048 Words

Natasya melompat ke atas kasur secara tiba-tiba, Kenan yang sedang sibuk dengan laptopnya mendengkus sebal. Hampir saja laptopnya oleng, bisa-bisanya wanita itu selalu bertingkah konyol--tidak siang, malam pun jadi. "Natasya, ayolah. Jangan lompat-lompat gitu, kamu ini sebenarnya kenapa? Terlalu aktif, nggak baik." Bukannya mendengarkan kata-kata Kenan, Natasya malah menunjukkan sikap biasa saja, terlalu santai hingga tak peduli dengan omelan itu. Natasya mengambil posisi tengkurap, kedua kaki dia naikkan ke atas kepala ranjang, untuk bagian dadanya dia tahan dengan bantal yang empuk. Bersenandung ria tanpa dosa. "Kakinya bisa diturunkan, Tasya?" "Tidak bisa. Aku nyaman kayak gini." "Kamu cewek, nggak baik naik gitu kakinya. Diajarin siapa sih? Kamu makin hari, makin buat saya geleng-g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD