Andaikan Nadine tau ini untuk meminimalisir agar tidak banyak tau hubungan suami istri mereka berdua, maklum lah media suka membesar - besarkan.
Hampir 1 jam perjalanan kembali ke Panthouse milik Daniel. Daniel sengaja mengajak Nadine berkeliling terlebih dahulu, Nadine yang sangat senang berada di rumah membuat Daniel bingung jika ingin mengajaknya jalan - jalan. Jadi angaplah ini sebagai kesempatan dalam kesempitan. Siapa tau Daniel akan mendapat kecupan seperti tadi pagi, khayalan tingkat tinggi Daniel.
"Mas, apa bisa kita langsung pulang saja, suara Nadine yang terdengar parau membuat Daniel mengeriyitkan dahinya. Padahal Nadine tadi pagi sangat bahagia ketika berangkat ke kampusnya . Jadi apa ini ?
"Ada apa na ? cerita saja. Mas siap jadi pendengar, kamu dan mas bukan lah orang lain ucap Daniel mengelus kepala Nadine.
"Mas, Nadine merasa takut ketika salah satu Dosen menatap Nadine intens, hawa nya yang dingin membuat Nadine terserangan panik untuk sesaat, walaupun Nadine bisa mengendalikan diri. Tapi Nadine hampir saja pingsan mas, kaki Nadine lemas tak mampu untuk bergerak, pandangan mata Nadine terasa gelap semua. Apa Nadine perlu konsultasi ke dokter mas ? tanya Nadine pada Daniel
"Kita bicarakan di rumah saja, sebelum itu kita telepon Bunda dan Ayah untuk meminta pendapat mereka, tidak boleh gegabah na. Mas, mengerti posisi Nadine, tapi mas tidak mau kalau kita melakukan hal yang Ayah dan Bunda tidak tau.
"Iya mas, tapi Nadine takut Bunda khawatir dan minta nan buat pulang.
"Bunda yang paling mengerti Nadine, jadi jangan sampai Bunda tidak tau keadaan Nadine, mas bertanggung jawab di sini.
"Nadine merasa mas takut di salahkan saja, makanya tidak ingin berbohong pada Bunda.
"Loh na.... bicara nya kenapa jadi gitu ? mas hanya mau yang terbaik saja, tidak ada yang mas takutkan. kenapa Nadine bisa berpikir mas memiliki arah sampai ke sana.
"Tapi Nadine benaran tidak mau Bunda tau mas, Nadine bicara sama mas supaya mas bisa tolong Nadine tanpa Bunda. Mas tega dengan Nadine ?
"Ok, begini nsaja, mas tidak mau Nadine kesal karena ini, perlu Nadine tau . Mas tidak punya maksud apa pun, kalau Nadine memang tidak mau Bunda tau. It's ok, tapi Nadine harus mau dengerin ucapan mas.
"Iya ........, Nadine akan nurut sama mas. Terimaksih ya mas, Nadine menatap Daniel sambil tersenyum manis.
CEKLEK,
"Syukurlah kita sampai rumah juga, Nadine capek banget mas. mas, mau Nadine buatin coklat panas ? Nadine mengangkat bubuk coklat kepada Daniel.
"Apa aja asal Nadine yang buat, pasti mas minum .
"Yang bener ? sekalipun mas tau itu racun ?
"Hahahhahaaa,,,,
Sedang asyik bercanda, Tes, air mata Nadine menetes tiba - tiba , entah apa yang membuatnya begitu sakit. Kakinya tiba - tiba lemas dan lidahnya kelu.
nafas Nadine tiba - tiba sesak atau bernapas dangkal dan terburu-buru, Nadine memegangi dadanya yang terasa nyeri , tubuh Nadine Gemetaran atau badan menggigil, Nadine menjadi berkeringat hebat, kepalanya pusing ,berkunang - kunang akhirnya TAR , botol tempat bubuk coklat pecah berserakan di lantai. Nadine pingsan dan tubuhnya menjadi begitu dingin.
Daniel yang begitu terkejut langsung menghampiri Nadine dan mencoba menyadarkan gadis itu.
"Na.... na.... Daniel yang terus memanggil Nadine , agar Nadine kembali pada kesadarannya.
Daniel mengangkat tubuh Nadine ke kamarnya. Daniel berusaha Tetap tenang dan meraih ponselnya untuk menghubungi Dokter keluarganya. Sebelum dokter datang Daniel berusaha memasukkan obat yang telah di resepkan bila terjadi hal seperti ini pada Nadine.
Daniel kembali mengunyah obat ke dalam mulutnya dan memberikannya pada Nadine. dengan teliti Daniel menutupi tubuh Nadine dengan selimut dan memberi nya Minyak penghangat tubuh.
Dokter keluarga telah sampai dan dengan teliti memeriksa setiap tubuh Nadine,
"Bagaimana Jonathan ? , tanya Daniel.
"Sepertinya dia menemui atau mendapatkan sesuatu yang di tolak oleh alam bawah sadarnya, sehingga memunculkan gangguan panik. Kita harus melakukan banyak hal untuk ini Daniel.
Kamu harus mampu mengubah pemikirannya, Ketika menghadapi serangan panik, tubuh akan mengalami reaksi kecemasan yang sangat kuat. Psikolog di Santa Monica California, Kathryn Moore, mengatakan, meski sulit, perlu mengatakan pada diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Dengan mengubah pikiran irasional menjadi rasional, tubuh akan menjadi lebih tenang.
Latihan relaksasi, Untuk menenangkan diri dari serangan panik, perlu mempraktekkan relaksasi otot secara progresif. Teknik tersebut dilakukan dengan memilih sekelompok otot, mengencangkannya dan kemudian melepaskannya perlahan. dapat mencoba dengan meremas kedua tangan erat-erat, lalu melepaskannya perlahan.
Merasakan otot yang mengencang dan mengendur tidak hanya akan mengubah fokus pikiran , melainkan dapat membantu mengendurkan otot yang tegang. Hal ini karena ketika serangan panik terjadi, otot akan menjadi Jonathanleks menjadi kencang.
Mengatur napas, Serangan panik dapat membuat napas menjadi cepat. Selain itu, kepala akan menjadi pusing. Di sarankan untuk latihan meditasi, Latihan ini dapat dipadukan dengan menyadari hirupan dan hembusan napas.
Tujuan yang utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu menenangkan tubuh melalui napas yang sangat lambat dan dalam. Dengan begitu, hal tersebut dapat memberikan efek tenang pada tubuh saat serangan panik terjadi.
Menelusuri penyebab kecemasan, Serangan panik memang terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, bukan berarti penyebabnya tidak dapat ditelusuri. Di sarankan untuk tetap melacak kecemasan secara konsisten. Hal ini dapat melatih untuk mengidentifikasi pemicu yang tidak disadari.