"Kau sangat percaya diri, Jonathan memilih menutup pintu utama ke arah taman karena tak ingin sarah melihat bayi laki – lakinya. Pandangan mata sarah lurus menatap Jonathan yang terus memalingkan wajahnya. Kau masih ingat kan kejadian yang hampir dua tahun berlalu. Aku menunggu mu Jonathan untuk mengeluarkan seluruh gairah mu.. tapi apa yang kau lakukan hah..! kau lari karena tak ingin bersamaku dan akhirnya merudapaksa seorang gadis kecil. Kau di sana Jonathan sayang.. kau melihat dengan jelas saat orang – orangku mengobrak abrik gadis itu setelah kau gunakan. Seharusnya gadis itu mati.. karena telah mengambil hak ku.. tapi aku masih punya perasaan karena melihat air matamu menetes dan tak berhenti memohon hari itu. Menurut mu .. apa Daniel tidak akan marah jika dia tau bahwa sahabatnya

