Malam Pertama Dengan Mantan Kakak Ipar

1433 Words

"Tunggu apa lagi, Listi?!" Dengan raut wajah yang terlihat menyeramkan, lagi-lagi Mas Arkan membuatku merasa terintimidasi malam ini. Seluruh tubuh terasa dingin saat membayangkan kami bakal melewati malam dengan sesuatu yang bagiku terasa sangat berat. Ya Allah, harus bagaimana aku sekarang? "Nggak usah jual mahal. Ntar gue cicil, loh," ucapnya yang makin membuat jantungku berdegup semakin kencang. "Mas, kenapa kamu jadi nafsuan begini, sih?" Dengan mata melotot meski d**a masih berdebar, lagi-lagi aku memprotes tentang sikapnya yang terasa tak masuk di akal. Bukankah sebelum ini dia yang bilang kalau aku ini tak cantik? Dia pun bilang kalau tak akan meminta aku melayaninya di atas ranjang sampai aku bersedia? Lalu, ini, apa namanya? Dasar pembual! "Nafsuan bagaimana, Listi?" cicitn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD