Bab 20. Tetap Dipertahankan.

1007 Words

"Benar kamu hamil, Nay?" Anton bertanya sambil menatap Nayyara dengan intens. "Eng... sa--ya...." Nayyara semakin menundukan wajahnya. Jemarinya masih sibuk menarik ujung baju seragamnya, demi bisa menutupi perut yang memang sudah mulai membuncit. "Nah nggak bisa jawab'kan? Pasti beneran hamil, ditanya malah gagu gitu. Udah pecat aja Pak," sambar Watik cepat. Merasa mendapat kesempatan untuk ngomporin atasannya dan lebih menyudutkan Nayyara, senyum licik tergambar jelas pada wajah judesnya, saat melihat Nayyara semakin gugup. "Watik diam dulu kamu, saya lagi nggak ngomong sama kamu. Tolong jangan bikin ricuh," tegur Anton dengan nada penuh penekanan. "Saya'kan hanya mengatakan hal yang sebenarnya."Watik masih saja berargumen tanpa mau introspeksi diri kalau dia juga sudah membuat ker

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD