Chapter 37.Wedding Party Oh...dan ngomong-ngomong tentang malam pertama ... apa masih bisa dinamakan malam pertama? Hell, aku merona mengingat bagaimana kami dulu menghabiskan malam pertama kami. Di hari yang sama saat aku diculik dan berhasil pulang dengan syarat. “I can’t wait any longer,” bisiknya lembut. Mengecup keningku mesra. "What?" Kilasan di hari paling bahagia dalam hidupku membuatku tanpa sadar tersenyum bahagia. "Ada apa ini, nyonya Austin?" goda suamiku yang entah sudah berapa lama pulang dari kantor dan langsung memelukku hangat. "Hanya mengingat hari bahagia kita," ucapku dengan senyuman masih setia menghiasi wajahku, :"aku masih belum bisa mempercayai kalau sekarang sudah menikah dengan cinta pertamaku." Dia hanya terkekeh mendengar perkataanku. "Cinta pertama he
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


