Chapter 22 Masa lalu datang mengganggu Kini semua mata mengarah pada Allicia, kernyitan heran seakan terbaca jelas dari wajah semuanya kecuali kedua anak kembar Allicia yang kini asik bermain lego yang diberikan Marc barusan. “Sayang, kau bicara apa? Kau tidak mempercayai ucapan Lizzie kan? Dia hanya asal bicara,” sahut Marc yang kini berpindah duduk di sebelah sang istri usai memberikan mainan pada si kembar. Dia memeluk tubuh istrinya yang sedikit gemetar. Dia menolehkan wajah istrinya supaya menatap wajahnya. Kini kedua netra biru itu saling menatap. Marc sedikit terpaku saat didapatinya mata itu menyiratkan kecemasan yang kentara. Dan Marc tak suka melihatnya. Dia sudah menjanjikan kebahagiaan belahan jiwanya ini. “Sayang, please jangan mencemaskan apapun. Semua pasti akan bai

