Chapter 35. Persalinan yang mencekam

1359 Words

Chapter 35. Persalinan yang mencekam “Iya, sebentar lagi,” kata Austin memeluk pinggang Amanda kembali saat mereka sudah mendudukkan diri di pasir yang sudah mereka alasi kain tipis yang sengaja mereka bawa. Angin dingin tak mereka rasakan. Tak lama matahari mulai menampakkan dirinya malu-malu memberikan semburat merah di langit yang biru. Pemandangan yang sangat indah. Pantas saja banyak yang rela berjam-jam menantinya. Bahkan rela bangun pagi sekali hanya untuk melihat sunset. Salah satu bukti keagungan Tuhan. *** Sekarang sudah musim dingin. Udara membekukan semua benda. Salju mulai turun pagi ini. Tak ada lagi suara burung bernyanyi. Semua dalam keheningan. Binatang juga lebih memilih bersembunyi di sarang hangat mereka untuk berhibernasi. Begitupun dengan kedua pasangan itu asik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD