BAB 2. Terlalu Tiba Tiba

1001 Words
“Mam jam berapa Kak Kinan pulangnya? ini udah jam tiga sore loh,koq masih belum sampe? Mami ga teleponin Kak Jery gitu tanyain” “Ampun deh Leona bawel banget sih dari tadi,sabar aja kamu nanti juga mereka bakalan pulang kalau Kinan sudah dapat ijin dari dokter Alvin”. Pertanyaan yang berulang ulang di lontarkan Leona lantaran Jery dan Kinan tak kunjung tiba di rumah mereka.Tak berselang waktu lama dering ponsel milik Leona pun berbunyi. “Halo kak Jery lama banget sih di tungguin juga dari tadi.” Sambar Leona menjawab panggilan telepon dari Jery. “Na tolong kamu ke rumah sakit sekarang juga,Kinan drop lagi dan sekarang kondisi nya kritis,aku ga tau mesti gimana,Kamu tolong datang jaga Tasya dulu”. “ I..iya kak,Leona ke rumah sakit sekarang juga.” “ ke..kenapa sama Kinan Na?Kok kamu panik gitu terima telepon kakak kamu?” “Kak Kinan kritis Mi, kita harus ke rumah sakit sekarang juga”. Butuh waktu tiga puluh menit bagi Leona untuk tiba di Rumah sakit di mana Kinan di rawat. Setibanya di rumah sakit, Leona,Mia dan Nugraha langsung menuju ruangan dimana Kinan sedang di tangani dokter. Terlihat Jery yang duduk di lantai rumah sakit sambil memeluk kedua lututnya seolah dia begitu ketakutan. “ Jery semua akan baik baik aja sayang,Kinan pasti segera pulih,kamu harus kuat ya nak”. Pelukan Mia membuat Jery sadar bahwa sedari tadi keuarganya sudah tiba di hadapannya. Tanpa aba aba Jery langsung memeluk sang Ibu sambil menangis,tak mampu membendung ketakutan sekaligus kesedihannya melihat kondisi istri yang sangat dia cintai terkulai dalam kondisi kritis saat ini. “Maaf Jery… Kinan tidak dapat melewati masa kritisnya, denyut jantungnya begitu lemah di tambah kondisi pernapasannya yang tiba tiba mengalami sesak.” Dokter Alvin memberi jeda dalam pernyataannya mengenai Kinan yang sudah berpulang. “Nyawa Kinan tidak tertolong Jer,maafkan Om”.Dokter Alvin seorang dokter Spesialis kandungan yang juga adik dari Mia mempertegas pernyataannya. Sontak membuat seluruh keluarga yang mendengar terkejut tidak menyangka kabar gembira yang mereka dengar hanya sesaat dan kini di susul oleh tangis pilu keluarga terdengar di lorong rumah sakit dimana Kinan di tangani . “Ini ga mungkinkan Mi?” Jery yang langsung masuk ke ruangan melihat istrinya sudah tidak bernyawa,terduduk lemas di lantai rumah sakit yang dingin sambil menangis meratapi kepergian Kinan yang terlalu tiba tiba baginya. ************************************* “Mi, Leona janji akan merawat Baby Natasya, Tasya ga akan kekurangan kasih sayang sedikit pun.” Tekad Leona untuk merawat keponakan tercintanya. “Kamu yakin Na? Kamu ga mau fokus sama karier kamu, apalagi baru di rintis beberapa bulan,masa mau kamu tinggalin?” “Ga di tinggalin kok Mi, Leona bisa jalankan semuanya. Lagian ini bisa diselesaikan satu satu Mi. Pertama kuliah Leona udah selesai tinggal wisuda, kedua masalah karier, Leona tinggal ngelanjutin aja. Workshop untuk desain baju sekaligus jadi toko udah dapatkan Mi tinggal finishing aja,trus Coffee shop Leona malah sudah jalan berapa bulan.Jadi ga ada yang perlu Mami sama Papi khawatirkan. Leona bakal tanggungjawab merawat kesayangan Aunty ini. Ya kan sayang?” Sambil mencium gemas pipi Baby Tasya “Kalau Kamu benar benar yakin Mami sama Papi akan lepaskan Kamu untuk merawat Natasya sementara waktu sampai Kakak Kamu pulih dan bisa menerima Natasya, tapi ingat ya Leona hanya sementara dan harus di dampingi Bi Lia”. Tegas Mia kepada anaknya yang sangat ingin merawat keponakannya walaupun dia belum pernah memiliki pengalaman merawat Bayi. “Iya Mi. Memangnya Mami sama Papi kapan berangkat ke Hongkong?” “Bulan depan rencananya Kita berangkat setelah acara wisuda kamu dan workshop kamu benar benar siap pakai. Jadi Mami bisa tenang dan fokus juga dampingi Kakak kamu selama di Hongkong.” “Iya Na Papi sebenarnya kurang setuju kalau tanggungjawab merawat Tasya kamu yang ambil,tapi melihat kondisi psikis Jery yang masih tidak memungkinkan ada baiknya juga Tasya sementara kamu yang merawatnya. Tunggu kakak kamu benar benar sembuh dan siap merawat Natasya baru Natasya Kamu serahkan ke Kakak Kamu.” Jery yang masih mengurung diri di kamar sejak kepergian Kinan, tak ingin melihat sang bayi, yang menurutnya mengingatkan nya pada Kinan yang pergi meninggalkannya. Setiap kali Jery melihat anaknya dia akan mengamuk dan menangis sejadi jadinya sambil memanggil nama Kinan. Tidak terasa hari yang di tunggu tunggu oleh Leona datang juga. Graduation Day. “Leona Putri Abimanyu, Lulus dengan predikat Cumlaude”. Di iringi suara riuh tepuk tangan semua hadirin hari itu. “ Selamat ya Na, Semoga kamu sukses dalam karier selanjutnya”.Ucap Nikolas Kakak tingkat Leona yang sudah lebih dulu lulus dan sekarang menjadi seorang Dokter Spesiali Anak sambil memberikan sebuket bunga Lili Segar dengan seulas senyum tulusnya. Suasana begitu ramai,ada yang sedang berswafoto, saling mengucap selamat ada pula yang di lamar oleh sang kekasih di saat selesai upacara wisuda. “Na aku masih menunggu jawaban kamu Na, Aku serius mau jadi kekasih kamu.” ucap Niko terang terangan di hadapan Leona yang juga di ikuti tatapan Mami dan Papi nya. “Aku belum bisa ambil keputusan Bang Nik, aku masih bingung” jawab Leona dengan gugup. “Lagipula Aku masih ingin fokus sama kerjaan aku dan juga fokus merawat Natasya”. “Itu ga akan jadi masalah buat kita Na,aku akan dukung karier kamu dan juga masalah merawat Natasya itu kan hanya sementara ga akan mengganggu hubungan kita kok, apa yang kamu khawatirkan lagi?” Jelas Niko. “Hmm pokok nya kasih Leona waktu berpikir lagi ya Bang,supaya ga ada penyesalan buat Leona atau Bang Niko, karna buat Leona relationship itu bukan sekedar main main untuk sehari atau sebulan tapi hubungan yang serius kalau bisa sampe…” “Leonaaa…congratulation baby….” terdengar suara teriakan Clara dari kejauhan yang memutus percakapan Leona dan Niko sebelumnya. “Ichh berisikkkk banget sih..” “Sahabat datang ngucapin selamat malah di bilang berisik.. tega kamu. Selamat yah bestie ku, sukses kedepannya. Nanti aku kenalin ya sama calon masa depan kamu.” Ucap Clara sambil memeluk Leona dengan senyum sumringah. “Hah calon masa depan? siapa?” Tanya Leona sambil mengurai pelukan Clara
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD