Tommy masih berdiri diam bagai patung, hanya matanya menatap tajam pada Hiro. Sedangkan yang ditatap seakan menangkap aroma pertentangan di mata putranya. Beginilah cara keluarga ini bila ingin membuat nyali musuh mereka ciut. Tatapan tajam menusuk mereka saja sudah membuat bulu kuduk para rival bergidik. Bayangkan bagaimana bila ayah dan anak yang saat ini sedang berhadapan melakukan hal yang sama. Mengetahui makna tatapan Tommy, perlahan senyuman angkuh Hiro memudar. Setelah helaan panjang, Tommy baru bersuara. “Aku dan Viona sudah putus. Tidak aka nada pernikahan di keluarga ini dengan keluarga mereka.” Secepat kilat Hiro bangun dari duduknya, menghampiri Tommy. Sebuah pukulan telak mengenai wajah Tommy. “Shujin (panggilan sayang untuk suami). Stop!” Teriak Sisca yang ikut merasakan

