Tommy menyuruh Donna untuk membersihkan kursi yang sudah didudukinya dengan alasan tidak suka kursi kerjanya diduduki orang lain. Tadinya Vita menawarkan diri untuk membantu namun dirinya malah terkena teguran oleh sang arsitek yang sedang menahan kegeramannya. Tidak tega melihat mata sembab Donna, Vita mengantar Donna keluar dari ruangan. “Maaf yah, Mbak.” Bukannya tahu diri karena pekerjaannya terselamatkan berkat pembelaan Vita, Donna malahan memberikan tatapan tajam kepadanya dan tentu saja tingkah keduanya tidak luput dari perhatian Tommy yang kembali dibuat meradang. Vita menutup pintu ruang kerja mereka dan kembali duduk ke tempatnya. “Siapa yang suruh kamu duduk lagi. Saya masih belum selesai sama kamu.” Kening Vita mengernyit kesal. “Saya kenapa, Pak.” “Sini kamu!” “Yah tin

