“Kamu?” Tommy beralih melihat jam di tangannya. “Seharusnya kamu datang 1 jam yang lalu. Hari pertama jadi asisten saya saja sudah ngaret.” Ketus Tommy dengan wajah dingin membuat Vita mengeram menahan kesal setengah mati. “Maaf, Pak. Saya sudah sampai di sini sejam lalu, tapi sekretaris Bapak yang suruh saya menunggu di ruang meeting, katanya Bapak sedang meeting online tidak boleh diganggu.” “Saya tahu.” Jawaban Tommy lagi-lagi membuat Vita mengepalkan tangannya. ‘Kalau tahu trus kenapa ngoceh. Nyebelin banget nih orang.’ “Saya tahu sifat Donna memang seperti itu dengan pendatang baru apalagi kalau wanita secantik kamu.” Kali ini mimik wajah Tommy lebih relax namun suaranya tetap datar. “Saya ke sini bekerja, Pak.” “Saya tahu. Sini kamu!” Dengan langkah memaksa, Vita mendekat

