Bab 13

2116 Words

Waktu menunjukkan pukul lima sore hari, Farhana baru saja menyelesaikan pekerjaannya, ini adalah hari terakhir dia mendesain apartemen Farras. Namun, seminggu ini Farras tak lagi menampakkan batang hidungnya, bahkan dia membiarkan Farhana bekerja sendiri, di kantor pun Farhana tidak bertemu dengan pria itu sama sekali. Entah kemana Farras pergi, di rumah Oma Yuli pun, Farras tak ada. Apa Farhana rindu? Farhana mengedikkan bahu. Dia memukul kepalanya sendiri sembari bergumam, “Amit-amit.” Kini dia sedang mengantri di depan ATM untuk mengambil uang yang sempat Farras berikan padanya. Dia sudah katakan akan mengambil uang itu jika pekerjaannya sudah selesai.  Farhana mengayun kaki dan mendorong pintu kaca itu. Dia berdiri di depan mesin ATM. Sejenak rasa bimbang merajai, hingga memakan wak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD