Bab 21

2226 Words

Rahmi tercenung menatap kemasan aluminium foil berwarna emas tergeletak di meja. “Pagi-pagi begini kamu sudah  makan coklat?” tuduh Rahmi.  Tuduhan Rahmi terbukti karena Farhana mengangguk.  “Ya ampun, Han. Nanti maag kamu kambuh.” “Nggak akan, Bu. Hana udah makan obat maag dan udah makan satu buah pisang goreng.” Farhana mengulas senyum. Tak akan ada yang tahu rasa coklat yang dia makan lebih enak dari coklat manapun yang beredar di pasaran.  Sementara Farras sudah geram menahan amarahnya pada Gias, padahal dia sudah ingin melemaskan otot-ototnya yang menegang. Apalagi melihat Farhana seperti ini. Percuma dia dengar kalau Gias tidak ada perasaan apapun terhadap Farhana, nyatanya apa yang Gias hadiahkan barusan adalah bukti nyata kalau pria itu memang ada rasa pada Farhana.  Farhana t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD