Bab 22

1130 Words

"Sekali lagi terima kasih banyak bapak sudah menolong kami," ucap ku pada pria paruh baya itu. Kami sudah sampai di rumah sakit yang lumayan besar. Saat ini Alexa sudah ditangani oleh tim medis dan dokter. Aku disuruh untuk menunggunya di luar ruangan sampai Alexa selesai di periksa.    Salah satu dokter keluar di ruangan dan menghampiriku yang sedang duduk di bangku dengan kedua kaki menopang kedua tangan yang menangkup wajahku.    "Anda walinya?" Dokter tampan itu bertanya padaku.    "Bukan dok, aku temannya." Aku berdiri dan berhadapan dengan dokter itu. Dia lalu melihat ke pria yang dari tadi diam memperhatikan. "Itu orang yang menolong kami dok," jelasku.   "Baiklah, disini saja," ucap dokter itu yang ingin menjelasakan tentang kondisi pasiennya. "Beruntung pasien dibawa dengan ce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD