Bab 33

1222 Words

"Rara," lirihku.    Tidak mungkin! Tidak, tidak, aku pasti bermimpi. Tubuhku mematung di depan Rara terbaring. Jarak antara aku dan gadis itu sekitar satu meter. Aku membeku, hanya melihatnya saja seperti itu aku mati rasa.    "Rara," lirihku lagi.     Kata-kata yang ingin aku ucapkan saat bertemu dengannya, kini seolah lenyap begitu saja. Aku masih mematung memikirkan apakah ini mimpi?    "Rama."    "Tidak!" ucapku cepat. Bunda memanggilku namun aku masih tidak bergeming, melihat cinta pertama ku yang terbaring disana.    Tidak, jangan mengatakan apapun padaku untuk saat ini. Aku hanya ingin melihat Rara ku.     Rara? Apa benar itu kau?     Naina? Nama mu Naina? Bukan Rara?     Kini aku melangkah memberanikan diri untuk lebih dekat dengannya. Kuperhatikan wajah polosnya. Ya Tuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD