Tak lama kemudian terdengar beberapa suara derap langkah kaki yang berlarian dari arah belakang tubuh Beno. Dari suaranya, Beno yakin bahwa mereka sedang menuju ke tempat cowok itu berada saat ini. Beno mempertajam pendengaran sembari terus meningkatkan kewaspadaan pada dirinya. Ia berjaga-jaga jika ada sesuatu yang buruk, yang kemungkinan akan menimpanya kali ini. "Ah! Aku masih tak bisa bergerak!" rutuk Beno kesal, ia teringat kakinya yang seakan mati rasa dan tak bisa digerakkan bawang satu senti pun. "Apa yang terjadi? Apa ini ulahnya?" Beno lalu melirik tajam ke arah lelaki dingin yang kini sedang menatapnya tanpa ekspresi. Lelaki itu kemudian tersenyum samar, yang hampir tak dapat ditangkap oleh mata Beno. Ah, sepertinya benar. "Ya, ini salah satu kekuatan sihirku," Lelaki dengan ta

