Pengawal itu tampak mengalami kesulitan untuk bernapas akibat cengkeraman Arnold di kerah bajunya. Dengan napas tersengal, pengawal itu terus-terusan mengucapkan kata maaf pada Sang Raja yang menatapnya dengan sorot kemarahan. "Cih! Dasar Raja Pemarah! Kasian sekali pengawal itu" ucap Beno tanpa sadar. Ia lalu segera menutup mulut saat menyadari kesalahan yang baru saja dibuatnya. "Astaga! Apa yang kulakukan? Dia akan mendengar suaraku!" Beno memekik dalam hati. Beno semakin merapatkan tubuhnya ke bawah meja, sambil terus berharap Arnold tak mendengar suaranya. "Heh?” Arnold menoleh ke tempat Beno berada. “Sepertinya ada tikus yang terperangkap di ruangan ini," ucap Arnold sambil melepaskan kerah pengawalnya. Pengawal itu tampak menghela napasnya. Dalam hati ia bersyukur karena nyaw

