"Haaahh... Memikirkannya saja membuatku semakin merasa bersalah." Beno menggumam. Saat ini hatinya diliputi rasa bersalah dan cemas terhadap Bran. Beno menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali. Ia mencoba menepis rasa bersalah itu. Biar bagaimanapun itu bukan sebuah kesengajaannya. Cowok itu kemudian memutar langkahnya. Berniat kembali ke kamarnya untuk tidur. Namun baru beberapa langkah menjauh dari tempatnya semula, Beno menghentikan langkahnya secara tiba-tiba. Samar-samar tak jauh dari tempatnya berdiri, ia mendengar suara orang bercakap-cakap. Beno terus berjalan pelan sambil memperhatikan sekelilingnya, mencari sumber suara samar yang sekarang semakin jelas. Tampak dua orang sedang berbisik tak jauh dari posisinya. Beno memicingkan mata untuk memfokuskan pandangannya

