"Astaga! Dia benar-benar akan menghabisiku?” pekik Beno dalam hati. Cowok itu mulai sedikit panik. Ia tak menyangka bahwa Arnold akan melancarkan aksinya sekarang. “Aku tak menyangka dia akan melakukannya sekarang. Tampaknya dia sangat bernafsu untuk membunuhku." Beno kemudian memutar otaknya. Ia mulai berpikir keras tentang cara agar bisa menjaga nyawanya tetap di dalam tubuh. Tepat saat Arnold hendak melemparkan sinar yang sudah membentuk sebuah bulatan teramat besar itu pada Beno, suara Sang Cel Ales itu langsung membuyarkan fokusnya. "Eh, tunggu! Aku punya satu permintaan!" interupsi Beno. Arnold kehilangan fokus. Sihir yang sudah berada di telapak tangannya seketika lenyap. "Bagus, aku harus mengulur waktu selama mungkin, kalau bisa aku harus mengecohnya," batin Beno sedikit lega

