Detik berikutnya, dua buah sihir yang sama melesat ke arahnya lagi. Kali ini lebih cepat. Sontak Beno langsung membuat sebuah sihir pelindung seukuran tubuhnya untuk menangkal serangan sihir itu. “Siapa?” pikir Beno sambil terus memokuskan perhatiannya pada sihir pelindung. Yah, Beno bersyukur bahwa ia sudah mulai menguasai siihir-sihir dasar yang diajarkan Duyuta beberapa hari lalu. “Siapa kau?” teriak Beno ke arah datangnya sinar kekuningan tadi. “Hahahaha… Rupanya kau sudah mulai menguasai sihir-sihir dasar anak muda,” jawab suara misterius itu sambil tertawa terbahak-bahak. Beno mengerutkan keningnya. Suara yang asing. Beno belum pernah mendengar suara itu sebelumnya. “Tunjukkan wujudmu!” perintah Beno tanpa menurunkan kewaspadaannya sedikit pun. “Oh, tidak semudah itu. Kau harus

