Chapter 27

1235 Words

Saat ini, Reygan dan Shirena sedang makan siang bersama di kantin kampus.             Keduanya sengaja memberikan waktu sebanyak mungkin bagi Andini dan Mahesa untuk membicarakan masalah yang bersangkutan dengan Aldy dan Gilbert. Nanti, kalau keduanya sudah menemukan jalan keluar atau akan meminta pendapat, Andini dan Mahesa berjanji akan langsung menghubungi Reygan, Shirena dan Gabriel.             “Aku kasian sama Andini, Rey.” Shirena menarik napas panjang dan menaruh garpu serta sendoknya di atas piring. Nafsu makannya mendadak lenyap ketika memikirkan lagi kemungkinan Andini dan Mahesa akan menghadapi bahaya besar. “Esa juga pasti lagi kebingungan dan khawatir.”             “Mm. Aku tau. Aku juga sama bingung dan khawatirnya kayak Esa, Shiren,” balas Reygan dan meminum es teh manis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD