Chapter 14

2970 Words

Hal pertama yang dilihat Reygan adalah wajah khawatir bercampur lega milik Reyna.             Cowok itu kemudian bangkit perlahan dan meringis seraya memegang kepalanya. Dia bisa merasakan perban melingkar di sana. Lalu, Reygan menatap sekelilingnya dan mengenali ruangan ini sebagai kamar rumah sakit.             “Abang udah sadar? Ada yang sakit, Bang?”             Pertanyaan Reyna membuat fokus Reygan kembali pada cewek itu. Tersenyum tipis, Reygan berkata, “Abang baik-baik aja, Na. Papa sama Mama?”             “Aku suruh pulang semalam. Kasian mereka, khawatir seharian penuh sama keadaan Abang. Mama sempat sakit, jadi aku nggak tega biarin mereka nungguin Abang di sini,” jelas Reyna. Dia membantu Reygan bersandar di kepala ranjang. “Semalam, Bang Iel sama teman Abang yang namanya Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD