Listya membiarkan saja Sandi terlelap di pahanya, wanita itu terus mengusap kepala Sandi hingga membuat suaminya itu semakin nyaman dan sepertinya sudah benar-benar terlelap. Hal itu terdengar dari napas teratur Sandi, pria itu memang benar-benar sudah tertidur. Listya menatap wajah suaminya, jika ia tidak salah liat, wajah suaminya itu tersirat kalau ia sedang sangat lelah dan ada suatu hal yang dipikirkan. Sebenarnya, Listya merasa kasihan pada sang suami, tetapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Sandi juga belum bercerita apa-apa padanya dan ia tidak berniat memaksa sang suami bercerita padanya. Daripada akan menimbulkan pertengkaran, lebih baik ia menunggu saja sang suami sendiri yang bercerita. Sandi sendiri merasa sangat nyaman hingga tanpa sadar ia memang benar-benar terlelap. Biar

