25. Jengah

1804 Words

Listya tak berbicara satu katapun sepanjang jalan mereka pulang kembali ke rumah karena ia begitu kesal dengan sikap Sandi. Wanita itu terdiam seribu bahasa seakan ia bisu dan tidak dapat berbicara satu patah katapun, wajahnya pun terlihat sekali sedang kesal. Listya memang tidak ingin menutupi kalau ia sedang kesal, toh untuk apa ditutupi dan bersandiwara kalau kenyataan hatinya memang begini. Biar saja Sandi tahu kalau ia sedang kesal, ia tak mau berpura-pura baik-baik saja sedangkan nanti di belakang mendumel kesal. Untuk kali ini Sandi memang salah, tidak ada alasan bagi Listya untuk membenarkan sikap suaminya tadi yang begitu keterlaluan sehingga membuat teman-temannya merasa tak nyaman. Tak hanya itu saja, karena ada hal yang membuat Listya semakin kesal dengan tingkah Sandi yang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD