Rio menata anak-anak rambut yang menjuntai di kening Diandra. Lalu memberikan kecupan-kecupan kecil di pipi Diandra yang semakin montok di usia kandunganya yang sudah lebih dari perkiraan dokter. Tangan Rio mengelus-elus perut buncit istrinya yang besar pakai banget. Nggak tau dah itu bertigaan di dalem sumpeknya kayak apa. "Baby belum mau ketemu Daddy ya? Ayo dong cepet keluar. Masa udah lebih sembilan bulan belum keluar. Nanti Daddy cari anak baru lho." Rio tertawa sendiri. Boro-boro cari anak baru. Cari bini baru aja langsung di gantung di pohon kecambah ntar. "Mau di uleg bareng cabe itu mulutnya?" Mampus!! Rio meringis melihat tatapan tajam Diandra. Ahh... bisa di mutilasi dia terus dicemplungin ke kali. Bahaya kali ah. Belum jadi bapak udah tewas aja. "Udah bangun Yang?" Dia

