“Tolong?! Tolong?!” Teriakan seorang wanita menggema, membuat perhatianku dan inspektur Oogaki teralih, kami langsung berlari ke arah suara itu. Dan saat kami tiba, kami melihat seorang wanita kebingungan sambil memegang kepalanya, sementara orang-orang tidak bisa berbuat banyak untuk membantu wanita itu. “Ada apa?” tanyaku setelah kami tiba di sana. “Copet! Tasku dicopet!” ujarnya panik sambil menunjuk ke arah di mana orang yang menjambretnya pergi. “Seperti apa dompetmu?” “Hi—hitam, dan ada corak loreng seperti leopard.” Sontak, aku dan inspektur Oogaki langsung kembali berlari ke arah orang yang kami duga mencopet tas milik wanita tadi. Aku terus berlari bersama inspektur Oogaki. Saat aku dan inspektur Oogaki masih berlari, di depan sana juga terjadi keributan dan melibatkan seo

